Tuesday, February 1, 2011

Perang kepentingan politik dalam proses terjadinya Revolusi Mesir

Selama hampir satu minggu ini semua pasang mata senantiasa disuguhi berita mengenai revolusi yang sedang terjadi di negara Mesir. Sebuah berita yang tentu saja mengundang banyak perhatian warga dunia. Setelah sebelumnya terjadi revolusi di Tunisia, Mesir sebagai sesama negara di kawasan Afrika ikut terbawa dalam euforia revolusi.

Revolusi yang terjadi di Mesir sebenarnya bukanlah sebuah euforia semata, melainkan sebuah klimaks dari perjuangan panjang rakyat Mesir melawan tirani rezim Husni Mubarak yang telah berkuasa selama tiga dekade terakhir. Alasan yang mendasari rakyat Mesir untuk turun kejalan sangat jelas, bahwa rakyat Mesir mengingkan perubahan secara keseluruhan dalam sistem pemerintahan yang selama ini dikuasi oleh rezim Mubarak.

Ada hal yang sangat menarik dalam proses terjadinya revolusi Mesir. Kalau kita melihat sejarah dan juga letak geografis Mesir, negara ini sangatlah strategis dan memegang peranan yang sangat penting dalam berjalannya roda perekonomian dunia, khususnya Amerika dan Eropa. Keisitimewaan yang dimiliki oleh Mesir inilah yang membuat banyak kepentingan yang mencoba untuk menyetir arah kebijakan pemerintah Mesir.

Ketika kita menengok sejarah, maka kita akan melihat betapa berperannya Mesir dalam memfasilitasi hubungan antara dunia barat dengan dunia arab, khususnya bagi dua negara adidaya, Amerika dan Israel. Mesir menjadi kendaraan bagi Amerika dan Israel dalam menjalankan kepentingan politik mereka di dataran arab. Ketika masa pemerintahan Husni Mubarak, banyak pihak menganggap Mesir hanya menjadi peliharaan Amerika dan Israel, karena selalu mengakomodir kepentngan politik kedua negara tersebut.

Saat ini, ketika seluruh rakyat Mesir menuntut agara Presiden Husni Mubarak mundur dari jabatan, muncul banyak spekulasi mengenai siapa atau kelompok mana yang akan menggantikan kekuasaan Mubarak. Hal ini sedikit demi sedikit dapat kita tafsirkan, walaupun tidak menutup kemungkinan lain, bahwa pemimpin hasil revolusi Mesir ini haruslah orang atau tokoh yang mampu mengakomodir kepentingan Barat dan juga kepentingan rakyat Mesir itu sendiri. Menjadi sebuah hal yang sulit tercapai ketika mengidamkan seorang figur pemimpin yang dapat diterima oleh semua kalangan, tapi yang pasti adalah bahwa pemimpin hasil Revolusi Mesir ini haruslah mengakomodir keinginan rakyat.

No comments: