Friday, October 1, 2010

Mengkaji Pengaruh Ideologi Besar Dunia dalam Produk Hukum di Indonesia

Pada waktu mengisi KRS (Kartu Rencana Studi), saya mengambil mata kuliah Ideologi Besar Dunia, yang merupakan mata kuliah wajib minat, Hukum Tata Negara. Sebelumnya, saya sempat mendapat materi tentang ideologi besar dunia ketika saya mengikuti LKK (Latihan Kepemimpinan Kader) PMKRI di Pekanbaru, namun waktu itu, materi yang diberikan lebih kepada ideologi-ideologi besar dunia yang berkembang dan ada sampai sekarang, sementara ketika saya pertama kali mengikuti mata kuliah ideologi besar dunia ini, dosen kami ( Fakultas Hukum Unila) Pak Yannu Setyawan, menekankan bahwa dalam kuliah ini, kami tidak akan mempelajari mengenai jenis-jenis ideologi besar dunia, melainkan mempelajari mengenai pengaruh ideologi-ideologi tersebut terhadap kebijakan-kebijakan yang ada di republik ini. 


Sangat menarik, karena selama ini kita hanya disibukkan dengan mengkaji mengenai ideologi dan pemikiran-pemikiran para tokoh dunia, jarang kita mencoba untuk mengkaji sejauh mana ideologi tersebut mempengaruhi pengambilan kebijakan dalam hal ini pembuatan peraturan di Indonesia.

Jika kitab berbicara mengenai ideologi besar dunia, tentu saja kita tidak bisa melepaskan diri dari yang namanya ideologi individualisme dan juga sosialisme, kedua ideologi inilah yang sampai saat ini berpengaruh besar, hampir diseluruh dunia. Individualisme berkembang menjadi faham kapitalisme yang saat ini menguasai sebagian besar perekonomian dunia, yang dipelopori oleh amerika serikat. Kemudian ketika kita mencoba untuk berbicara mengenai sosialisme, yang mungkin lebih kita kenal sebagai faham komunisme, kita harus melihat masa lalu, ketika uni soviet berjaya oleh faham tersebut, dan hilang di telan bumi juga karena faham tersebut.

Kembali ketika kita berbicara konteks lokal, Indonesia. Bung karno dulu dianggap sangat condong ke faham sosialis komunis, dengan NASAKOM nya. Upaya bung Karno saat itu, merupakan usaha untuk memberikan pedoman ideologi bagi bangsa indonesia. Dimana diharapkan bahwa bangsa Indonesia memiliki arahan dalam pergerakannya.

Disampaikan oleh Pak Yannu Setyawan, bahwa Indonesia saat ini berada ditengah-tengah kedua ideologi tersebut. Mengapa demikian? Secara kebijakan ekonomi, Indonesia dianggap sangat kapitalis, sedangkan dalam bidang pemerintahan, indonesia sangat komunal.

Sangat menarik kedepannya, kemanakah arah Indonesia?

No comments: