Thursday, August 5, 2010

Menjelang Idul Fitri, stok beras Lampung mengkhawatirkan.

Badan Urusan Logistik Divisi Regional (Bulog Divre) Lampung kembali melansir sedang kekurangan stok beras. Beras yang siap salur saat ini hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat hingga akhir September saja.

Kepala Bulog Divre Lampung Bakrie mengungkapkan, stok beras yang ada sekarang hanya berjumlah 22 ribu ton. Sementara kebutuhan beras untuk masyarakat Lampung rata-rata mencapai 11.009,91 ton per bulan.


"Kalau kita tinjau dari sisi ketahanan stok atau keamanan, stok minimal itu idealnya sampai tiga bulan ke depan. Karena stok hanya 22 ribu ton, maka cuma cukup untuk dua bulan ke depan," ujar Bakrie saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/8).

Keadaan ini, menurut Bakrie, makin buruk dengan rendahnya penyerapan beras lokal pada Juli lalu. Biasanya, Bulog mampu menyerap beras petani dengan kisaran 10 ribu- 15 ribu ton per bulan. Namun pada Juli, hanya mampu menyerap sebanyak lima ribu ton saja.

Bakrie menuturkan, rendahnya penyerapan tersebut karena tingginya curah hujan, meski Lampung seharusnya telah memasuki musim kemarau. Akibatnya, gabah hasil panen petani pada Juli hanya mencapai 109 ribu ton.

"Cuaca buruk itu juga menyulitkan para petani untuk mengeringkan gabah hasil panennya. Hasilnya, gabah basah tidak bisa masuk ke pihak penggilingan. Sementara kami, hanya menerima gabah kering hasil penggilingan perusahaan penggilingan," papar Bakrie.

Akan tetapi, jelas Bakrie, Dinas Pertanian Lampung menyatakan produksi gabah petani per Agustus ini akan mengalami kenaikan sampai 129 ribu ton. Dengan begitu, harapannya stok beras Bulog dapat bertambah.

Bakrie menambahkan, perkiraan tersebut bakal terwujud apabila di daerah-daerah sentra penghasil padi memasuki masa panen, serta curah hujan berkurang. "Kalau tidak, kami akan melakukan move in (mengambil dari luar daerah). Tapi ini alternatif terakhir," tutupnya.

Sumber : Tribun Lampung

No comments: